BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Batubara adalah merupakan mineral organik yang dapat terbakar, terbentuk
dari sisa tumbuhan purba yang mengendap dan selanjutnya berubah bentuk akibat
proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun lamanya. Oleh karena itu batubara termasuk kedalam
bahan bakar fosil.
Krisis minyak yang terjadi pada tahun 1973 telah menyadarkan banyak pihak
bahwa ketergantungan yang berlebihan pada suatu sumber energi primer yang dalam
hal ini adalah minyak akan menyulitkan upaya pemenuhan pasokan energi yang
kontinyu. Selain itu labilnya kondisi
keamanan di Timur Tengah yang merupakan produsen minyak terbesar juga sangat
berpengaruh pada fluktuasi harga maupun stabilitas pasokan,keadaan inilah yang
mengembalikan pamor batubara sebagai alternative sumber energi primer. Selain itu ada beberapa faktor lain yang
menyebabkan pamor batubara meningkat yaitu:
v
Cadangan batubara sangat banyak dan tersebar
luas baik di Indonesia maupun di Negara-negara maju dan berkembang seperti
Amerika Serikat, Rusia, China, India, Australia, Jerman, Afrika Selatan dan
Ukraina.
v
Batubara dapat diperoleh dari banyak sumber di
pasar dunia dengan pasokan yang stabil
v
Batubara memiliki harga yang nurah jika
dibandingkan dengan minyak dan gas.
v
Batubara aman untuk ditransportasikan dan
disimpan.
v
Batubara dapat ditumpuk disekitar tambang,
pembangkit listrik, atau lokasi sementara.
v Teknologi pembangkit listrik tenaga uap
batubara sudah teruji dan handal.
v
Kualitas batubara tidak banyak terpengaruh oleh
cuaca maupun hujan.
v
Pengaruh pemanfaatan batubara terhadap perubahan
lingkungan sudah dipahami dan dipelajari secara luas, sehingga teknologi batubara
bersih dapat dikembangkan dan diaplikasikan.
1.2 Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana prospek dan pemanfaatan batubara di Negara-negara
maju dan berkembang, serta Negara-negara penghasil batubara di dunia.
BAB II
PERKEMBANGAN BATUBARA
2.1 Cadangan
Batubara Dunia
Peranan penting batubara tidak bisa dilepaskan dari sejarah
industrialisasi umat manusia. Tersedianya batubara yang melipah di
negara-negara Eropa telah menghantarkan mereka memasuki era industrialisasi dan
kemakmuran seperti sekarang ini.
Beberapa Negara di dunia yang memiliki cadangan batubara dapat dilihat
pada table di bawah ini:
Negara
|
Bituminus
(termasuk antrasit)
|
Sub-bituminus
|
Lignit
|
TOTAL
|
115.891
|
101.021
|
33.082
|
249.994
|
|
49.088
|
97.472
|
10.450
|
157.010
|
|
62.200
|
33.700
|
18.600
|
114.500
|
|
82.396
|
2.000
|
84.396
|
||
42.550
|
1.840
|
37.700
|
82.090
|
|
23.000
|
43.000
|
66.000
|
||
49.520
|
49.520
|
|||
16.274
|
15.946
|
1.933
|
34.153
|
|
31.000
|
3.000
|
34.000
|
||
20.300
|
1.860
|
22.160
|
||
Serbia,
Montenegro
|
64
|
1.460
|
14.732
|
16.256
|
11.929
|
11.929
|
|||
6.267
|
381
|
6.648
|
||
3.471
|
871
|
2.236
|
6.578
|
|
2.114
|
3.414
|
150
|
5.678
|
|
790
|
1.430
|
3.150
|
5.370
|
|
4.300
|
4.300
|
|||
1.000
|
3.000
|
4.000
|
||
278
|
761
|
2.650
|
3.689
|
|
2.874
|
2.874
|
|||
13
|
233
|
2.465
|
2.711
|
|
2.265
|
2.265
|
|||
1.710
|
1.710
|
|||
1.000
|
500
|
1.500
|
||
1
|
35
|
1.421
|
1.457
|
|
1.268
|
1.268
|
|||
860
|
300
|
51
|
1.211
|
|
31
|
1.150
|
1.181
|
||
80
|
1.017
|
1.097
|
||
960
|
100
|
1060
|
||
812
|
812
|
|||
773
|
773
|
|||
200
|
400
|
60
|
660
|
|
300
|
300
|
600
|
||
33
|
206
|
333
|
572
|
|
502
|
502
|
|||
497
|
497
|
|||
479
|
479
|
|||
430
|
430
|
|||
232
|
100
|
332
|
||
40
|
235
|
275
|
||
212
|
212
|
|||
208
|
208
|
|||
200
|
200
|
|||
21
|
169
|
190
|
||
183
|
183
|
|||
172
|
172
|
|||
150
|
150
|
|||
88
|
88
|
|||
78
|
78
|
|||
70
|
70
|
|||
66
|
66
|
|||
40
|
40
|
|||
6
|
33
|
39
|
||
3
|
33
|
36
|
||
22
|
14
|
36
|
||
27
|
7
|
34
|
||
25
|
25
|
|||
24
|
24
|
|||
22
|
22
|
|||
14
|
14
|
|||
10
|
10
|
|||
4
|
4
|
|||
3
|
3
|
|||
2
|
2
|
|||
2
|
2
|
|||
2
|
2
|
|||
2
|
2
|
|||
1
|
1
|
|||
1
|
1
|
|||
1
|
1
|
|||
1
|
1
|
|||
Negara pengekspor batubara utama
Pengekspor batubara berdasarkan negara
dan tahun
(dalam juta ton)[8] |
||
Negara
|
||
238,1
|
247,6
|
|
43,0
|
48,0
|
|
78,7
|
74,9
|
|
41,0
|
55,7
|
|
16,4
|
16,3
|
|
27,7
|
28,8
|
|
103,4
|
95,5
|
|
57,8
|
65,9
|
|
107,8
|
131,4
|
|
Total
|
713,9
|
764,0
|
2.2
Perkembangan Batubara Dunia
Negara-negara besar yang memiliki produksi batubara besar umumnya
memprioritaskan pemakaian batubara untuk kebutuhan domestik. Amerika Serikat
dan China, misalnya, memanfaatkan lebih dari 95 persen produksi batubara mereka
untuk konsumsi domestik. India bahkan memanfaatkan seluruh batubara mereka
untuk konsumsi dalam negeri. Kondisi serupa juga terjadi di Rusia, Polandia dan
Afrika Selatan, dimana lebih dari 70 persen produksi digunakan untuk konsumsi
dalam negeri. Sementara di Indonesia kondisinya sangat bertolak belakang, 75
persen batubara justru diarahkan untuk tujuan ekspor. 

Melambungnya harga minyak mentah selama tahun lalu, membawa berkah kepada
produsen batu bara. Untuk tahun ini, harga minyak mentah di pasaran dunia
diprediksi masih akan tetap tinggi.
China, misalnya, yang tercatat sebagai salah satu produsen dan eksportir
utama batu bara dunia sejak tahun lalu telah berubah menjadi konsumen 'murni'
menyusul tingginya permintaan bahan bakar untuk pembangkit listriknya yang
menggunakan bahan bakar batu bara.
Harga batu bara dunia akhirnya terpengaruh oleh kondisi di China, apalagi
impor batu bara dari negara ini terus melonjak. Di samping tentunya, kendala transportasi dari negara produsen atau
pengahasil batubara . Berdasarkan laporan yang dilansir Morgan Stanley,
investment bank dari AS, impor batu bara China akan meningkat dua kali lipat.
Selama 2004, impor batu bara dari negeri tirai bambu ini meningkat 69% menjadi
19 juta ton. Volume impor tersebut hanya 1% dari konsumsi batu bara di China
sebesar 1,9 miliar ton selama 2004 atau meningkat 20% dari kebutuhan tahun
sebelumnya. Keputusan China mengurangi ekspor batu
bara membuat pasokan ke negara pembeli utama macam Jepang dan Korsel sedikit
terganggu, sehingga Indonesia dan eksportir lainnya seperti Australia
berpeluang mengisi kekosongan pasokan ke kedua negara pembeli tersebut, selain
berkesempatan meningkatkan ekspor ke Filipina dan Malaysia.
Apalagi harga komoditas tersebut sejak 2002
hingga 2004 terus meningkat dari rata-rata US$28,85 per ton menjadi di atas
US$50 per ton telah mendorong sebagian besar produsen melakukan ekspansi
produksi.
Indonesia, menurut PricewaterhouseCoopers,
dalam laporannya Mine Indonesia 2004 yang bertajuk Tinjauan atas kecenderungan
industri pertambangan Indonesia, merupakan pengekspor batu bara thermal
terbesar kedua setelah Australia disusul China dan Afrika Selatan. Batu bara thermal sendiri digunakan
sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
2.1.1 Perkembangan Batubara
di China
Industri di negara “Tembok Besar”, Cina, berkembang sangat pesat.
Lihatlah Provinsi Guangdong, Chang Chun,
Tianjin, Shanghai, dan kota Dalian serta Suzhou. Di sana terdapat industri
otomotif, manufaktur, tekstil, kertas, kapal dan lain-lain. Untuk menunjang
kelangsungan industri-nya, tentunya Cina membutuhkan energi yang besar. Selain
menggunakan minyak bumi, gas, tenaga air, dan nuklir, juga membutuhkan emas
hitam batu bara dalam jumlah besar.
Berdasarkan catatan Yuliana Bahar, staf Konsulat Jenderal RI di Guangzhou,
nilai impor batu bara Cina pada tahun lalu mencapai US$ 1,381.825 juta dan
hanya mencakup 0,21% dari total nilai impornya dari dunia yang mencapai US$
660,221.766 juta. Namun nilai dan persentasenya terhadap total impor Cina dari
dunia selama tiga tahun belakangan ini terus meningkat dari 0,09% menjadi 0,16%
dan terakhir naik lagi menjadi 0,21%.
Meskipun harga batu bara rata-rata per kilo nya sedikit tidak stabil
(berkisar $0.04 hingga $0.05), namun kuantitas batu bara yang diimpor Cina
selama tiga tahun terakhir naik pesat. Di tahun 2003 jumlah impor batu bara
Cina sebesar 11 juta Kg, di tahun 2004 naik drastis 78% atau menjadi 18.5 juta
kg dan di tahun 2005 naik lagi 40,50% menjadi 26 juta kg.
Hingga 2003, Australia merupakan pemasok batu bara utama Cina (lebih dari
50%). Namun, sejak 2004, posisinya diambil alih Vietnam, yang jumlah pasokannya
pada 2005 naik hingga 65% atau mencapai 10 juta Kg atau mencakup hampir 40% dari
total pasokan batu bara ke Cina. Selain batu bara Vietnam harganya jauh lebih
murah atau $0.04/kg dibandingkan batu bara Australia $0.09/Kg, jarak Vietnam
yang sangat dekat dengan Cina merupakan faktor kunci mengapa pasokan batu bara
Vietnam menembus dominasi Australia.
Banyak faktor yang membuat negeri Cina bisa seperti itu. Satu hal yang
pasti merupakan kecerdasan yang dimiliki kebanyakan rakyatnya, yang salah
satunya diimplementasikan dalam hal pengolahan batubara.
Sepertinya Cina tahu, batu bara merupakan potensi dasar yang mampu
membangkitkan industri lainnya. Seperti juga domino yang dijatuhkan mengenai
kartu domino lain. Batu bara bisa dikatakan memiliki multiplier effect yang
mengagumkan untuk pembangunan.
Hal ini terlihat sekali dengan cara Cina memanfaatkan sebagian besar batu
bara yang mereka miliki, ketimbang mengekspornya keluar negeri. Seperti yang
terjadi pada tahun lalu, Cina mampu memproduksi hingga 1,95 miliar ton batu
bara. Ini berarti Cina berada di peringkat kedua penghasil batu bara dunia.
namun Cina hanya melemparkan 86,63 juta ton batu baranya keluar negeri. Yang
berarti sisanya sejumlah 95 persen, dipergunakan untuk keperluan dalam negeri.
Salah satu langkah cerdik Cina dalam memanfaatkan batu bara adalah hasil listrik. Dengan kecerdikan ini, pasokan energi listrik melimpah, dan dapat dipastikan dunia industri akan maju. Pabrik-pabrik akan bisa bekerja 24 jam. Pekerja bisa lembur dengan pasokan terang yang menyala. Kerja juga lebih maksimal.
Salah satu langkah cerdik Cina dalam memanfaatkan batu bara adalah hasil listrik. Dengan kecerdikan ini, pasokan energi listrik melimpah, dan dapat dipastikan dunia industri akan maju. Pabrik-pabrik akan bisa bekerja 24 jam. Pekerja bisa lembur dengan pasokan terang yang menyala. Kerja juga lebih maksimal.
Daerah batubara di Amerika Serikat
Pada tahun 1996 diestimasikan
terdapat sekitar satu exagram
(1 × 1015 kg atau 1 trilyun ton) total batubara yang dapat ditambang
menggunakan teknologi tambang saat ini, diperkirakan setengahnya merupakan
batubara keras. Nilai energi dari semua batubara dunia adalah 290 zettajoules.[4] Dengan
konsumsi global saat ini adalah 15 terawatt,[5] terdapat
cukup batubara untuk menyediakan energi bagi seluruh dunia untuk 600
tahun. British Petroleum,
pada Laporan Tahunan 2006,
memperkirakan pada akhir 2005, terdapat 909.064 juta ton cadangan batubara
dunia yang terbukti (9,236 × 1014 kg), atau cukup
untuk 155 tahun (cadangan ke rasio produksi). Angka ini hanya cadangan yang
diklasifikasikan terbukti, program bor eksplorasi oleh perusahaan tambang,
terutama sekali daerah yang di bawah eksplorasi, terus memberikan cadangan
baru. Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan cadangan batubara di Amerika
Serikat sekitar 1.081.279 juta ton (9,81 × 1014 kg), yang setara
dengan 4.786 BBOE (billion barrels of oil equivalent).[6]
Amerika Serikat bersama dengan
Jepang dan Korea Selatan tergolong negara-negara yang masih sangat tergantung
pada minyak mengingat konsumsi yang sangat tinggi yaitu lebih dari 40%
kebutuhan energinya dipasok oleh minyak. Sebenarnya Amerika Serikat di lain
sisi sudah mengembangkan berbagai sumber energi lainnya baik dari gas alam dan
batu bara maupun energi nuklir
BAB III
PEMANFAATAN
BATU BARA
3.1 Batubara Sebagai Sumber Energi
Energi sangat di butuhkan
dalam kehidupan manusia dimana pun dan boleh dikatakan juga energi adalah
kebutuhan pokok manusia tetapi semakin lama sumber energi alam semakin menipis
dan ini menjadi
Permasalahan yang tak asing
lagi dan oleh sebab itu orang –orang mencari artenatif sumber energi dunia yang
semakin lama semakin menipis tersebut salah satu nya dengan menggunakan batu
bara seperti kita lihat pada
Cina dengan pertumbuhan
industri baru yang sangat pesat mampu mengembangkan batu bara sebagai sumber
energi alternatif agar ketergantungan pada minyak tidak terlalu besar.
Disamping itu dengan harga batubara yang lebih murah mampu membuat industri
Cina dapat bersaing. Meskipun cadangan batu bara Cina tidak sebesar Amerika
Serikat (cadangan Amerika mencapai 27,1% dari seluruh cadangan batu bara di
dunia sedangkan Cina memiliki 12,6%), murahnya harga energi batu bara membuat
Cina begitu gencar mengintensifkan penggunaan batubara untuk kebutuhan
energinya.
Cina menjadikan batu bara
sebagai sumber utama energinya yang mencapai setara 956,9 juta ton minyak.
Jumlah konsumsi batu bara yang terbesar di dunia tersebut mampu memasok lebih
dari 69% kebutuhan energi dalam negeri Cina. Tidak heran untuk memenuhi
kebutuhan batu bara yang begitu besar, produksi batu bara Cina menjadi sangat
luar biasa melebihi konsumsi dalam negerinya yaitu mencapai setara 989,8 juta
ton minyak. Produksi ini juga merupakan yang terbesar di dunia yang merupakan
36,2% dari total produksi batubara di seluruh dunia.
3.2 Batu Bara Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik
Batu bara adalah pilihan
menarik. Kita tahu, dengan kontribusi pembangkit Listrik tenaga diesel. Namun,
ke depan porsi listrik tenaga diesel akan dikurangi. Power plant dengan
gas dan batu bara akan mengambil porsi makin besar. Amerika Serikat sekaligus di
Cina, sekali tiap dua pekan, satu power plant batu bara diresmikan.
Konsumsi listrik penduduk Cina meningkat pesat. Tak mengherankan bila negeri
raksasa ini membeli batu bara dari seantero dunia.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU) adalah salah satu contoh pemanfaatan batubara secara langsung, dimana
batubara dibakar di boiler untuk menghasilkan panas yang akan digunakan untuk
mengubah air menjadi uap yang selanjutnya akan digunakan untuk menggerakkan
turbin uap dan memutar generator untuk mengahsilkan tenaga listrik.
3.3 Batubara sebagai Bahan Bakar
Memang, ancaman krisis BBM ini
mengglobal sifatnya. Karenanya, banyak negara maju yang melakukan penelitian
untuk menemukan teknologi yang bisa menghasilkan sumber energi alternatif.
Salah satunya adalah mengubah batu bara (BB) menjadi BBM. Konversi inilah yang
kini tengah diteliti di Indonesia, mengingat persediaan batu baranya melimpah.Biaya untuk mendapatkan minyak dari hasil
pencairan BB bisa lebih murah ketimbang harga minyak bumi. Ada dua cara pencairan yakni direct
dan indirect liquefaction. Pada direct liquefaction (pencairan
langsung), BB dicairkan secara langsung menjadi minyak. Sedangkan pada indirect
liquefaction (pencairan tidak langsung), BB diubah dulu menjadi gas melalui
proses gasifikasi, baru kemudian dicairkan.Cara pencairan batubara ini juga
dikembangkan di Jepang mirip dengan perengkahan hidrogen yang ada di Dumai.
Dimana batu bara dicampur dengan minyak berat dan katalis dalam betuk suspensi,
ditambahkan hidrogen dan panas. Akan diperoleh bahan bakar mempunyai nilai
oktan tinggi, namun haya dapat ditambahkan dalam bensin sebanyak 10%.
Penambahan berlebihan akan dikawatirkan terjadinya sumbatan pada saluran dalam
otomotif.
3.4
Pemanfaatan Batubara dengan Metode Gasifikasi
Gas sintetik hasil gasifikasi batubara dapat
diproses lebih lanjut atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, diantaranya
adalah sebagai berikut:
Ø Sebagai bahan bakar sintetik (Coal to Liquid, CTL)
Salah satu alasan mengapa pembuatan bahan bakar sintetik melalui gasifikasi batubara terus berlangsung sampai sekarang adalah karena cadangan batubara dunia yang begitu melimpah. Pada pembuatan BBM sintetik, batubara digasifikasi terlebih dulu untuk menghasilkan gas sintetik yang komposisi utamanya terdiri dari hidrogen (H2) dan karbon monoksida (CO), kemudian dilanjutkan dengan proses Fischer-Tropsch (FT) untuk menghasilkan hidrokarbon ringan (paraffin). Hidrokarbon tersebut kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan bensin dan minyak diesel.
Salah satu alasan mengapa pembuatan bahan bakar sintetik melalui gasifikasi batubara terus berlangsung sampai sekarang adalah karena cadangan batubara dunia yang begitu melimpah. Pada pembuatan BBM sintetik, batubara digasifikasi terlebih dulu untuk menghasilkan gas sintetik yang komposisi utamanya terdiri dari hidrogen (H2) dan karbon monoksida (CO), kemudian dilanjutkan dengan proses Fischer-Tropsch (FT) untuk menghasilkan hidrokarbon ringan (paraffin). Hidrokarbon tersebut kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan bensin dan minyak diesel.
Ø Dalam industri kimia (coal to chemical). Gas sintetik hasil gasifikasi batubara
juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri kimia, diantaranya untuk
pembuatan ammonia, pupuk, metanol, dimethil eter, olefin, paraffin dan
lain-lain.
BAB IV
PROSPEK BATU BARA
Prospek-prospek batubara pada
masa yang akan datang adalah sebagai berikut:
1. Prospek positif dari batubara adalah
batubara akan dimanfaatkan secara optimal dimasa mendatang.
Dengan harga batubara yang
relatif lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya, kemudian
karena ketersediaan batubara yang melimpah serta penyebaran cadangan batubara
yang relatif merata di seluruh dunia, maka batubara adalah sumber energi primer
yang menjanjikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa batubara memiliki kekuatan yang
besar untuk menarik roda perekonomian suatu bangsa.
2. Prospek Batu Bara Cair Dunia Di Masa Depan
Melihat kondisi kelangkaan energi minyak bumi
dimasa depan, China melakukan inisiatif langkah-langkah konkrit melakukan
penelitian dan pengembangan teknologi pencairan batu bara. Sementara itu NEDO, sebagai bagian dari
program kerjasama Internasional telah melakukan instalasi peralatan pencairan
batubara di China pada 1982 sebagai bagian dari uji coba pencairan batu bara
China, termasuk melakukan eksplorasi katalis untuk proses pencairan batubara
serta pengembangan kemampuan sumber daya manusia. Sejak tahun 1987, pemerintah
China telah menawarkan NEDO untuk melakukan uji kelayakan lokasi pabrik
pencairan batubara di Provinsi Heilongjiang dengan memanfaatkan batubara Yilan.
Sebaliknya, dengan mempertimbangkan sebagai negara importir minyak bumi dimasa
depan, pada tahun 1992 pemerintah Indonesia telah meminta bantuan kerjasama
Internasional kepada NEDO untuk melakukan penelitian dan pengembangan brown
coal. Inisiatif tersebut ditindaklanjuti tahun 1994 dengan menandatangani
memorandum kerjasama antara NEDO bersama dengan BPPT (Badan Pengkajian
Penerapan Teknologi) untuk penelitian dan pengembangan teknologi pencairan
brown coal di Indonesia sebagai persiapan untuk komersialisasi pabrik pencairan
batubara cair.
3. Prospek negatif dari batubara adalah dapat
merusak lingkungan.
Produksi batubara
dengan metode penambangan terbuka menimbulkan kerusakan lingkungan,
diperkirakan telah terjadi kerusakan pada area seluas 70.000 ha. Sementara itu,
penambangan batubara juga menimbulkan polusi air pada sungai-sungai di dekat
lokasi pertambangan yang menyebabkan menurunnya kualitas air bersih bagi
kepentingan penduduk di sekitarnya. Untuk mencegah kerusakan lingkungan,
Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999,
suatu peraturan yang sangat ketat dan bahkan melampaui peraturan yang dibuat
Pemerintah Canada dan Amerika Serikat. Pada kenyataannya, peraturan “yang
ketat” ini tidak berjalan karena adanya hambatan teknologi dan sumber daya
manusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar